Piala Dunia 2010 Terancam Tanpa Aksi Pemain Veteran
Saturday, April 3, 2010 by admin
Sejumlah pemain veteran terancam hilang di Piala Dunia 2010.Sebagian lantaran tengah bergelut dengan cedera,sedangkan sisanya harus memenangkan persaingan terlebih dahulu dengan bintang muda.
KABAR terhangat adalah tumbangnya bek Prancis William Gallas. Pemain berusia 32 tahun itu terkapar akibat cedera betis ketika membela Arsenal di leg pertama perempat final Liga Champions,Rabu (31/3). Lamanya waktu pemulihan yang tidak pasti membuat Nakhoda Prancis Raymond Domenech cemas.
”Saya sangat khawatir,” ungkapnya kepada L’Equipe. ”Cedera sepeti itu butuh waktu enam pekan untuk pulih dan masih membutuhkan waktu hingga dia bisa berlari atau mengolah bola.”lanjut Domenech. Dengan kata lain, besar kemungkinan Les Bleus–julukan Prancis–bakal terbang ke Afrika Selatan (Afsel) tanpa Gallas. Sebenarnya, meski Gallas absen, Prancis masih memiliki stok melimpah untuk mengisi posisi bek tengah. Sebut saja Sebastien Squillaci, Eric Abidal, Philippe Mexes, serta Mikael Silvestre. Hanya, seperti diungkapkan Domenech, kehadiran Gallas dibutuhkan karena kemampuannya menjadi pemimpin bagi rekan-rekannya. Kasus berbeda dialami striker uzur Meksiko Cuauhtemoc Blanco.
Punggawa berusia 37 tahun ini harus bersaing dengan bomber muda untuk mendapat tempat di skuad El Tri–julukan Meksiko. Nama Blanco memang disertakan Pelatih Javier Aguirre dalam empat laga uji coba sebelum bertempur di Piala Dunia.Karena itu, saat bersua Ekuador (4/5),Senegal (10/5), Angola (13/5), dan Cile (16/5), Blanco wajib mengerahkan performa terbaik sehingga ambisi untuk unjuk gigi di turnamen paling bergengsi di dunia itu bisa terwujud. Jika diajak Aguirre,Blanco berpotensi menjadi salah satu pemain paling tua di Piala Dunia, 11 Juni– 11 Juli mendatang. ”Berlaga di Piala Dunia adalah ambisi semua pemain.
Saya ingin kembali merasakannya,”ujar Blanco kepada Reuters. Serupa dengan yang dialami Blanco adalah Mauro Camoranesi (Italia, 33 tahun), Nicola Legrottaglie (Italia,32),Sander Boschker (Belanda, 39),Marcos Senna (Spanyol, 33), Patrick Mueller (Swiss, 33),Jon Dahl Tomasson (Denmark, 33), serta Javier Zanetti (Argentina, 36).
Nasib para pemain tersebut memang berbeda dengan Fabio Cannavaro (Italia). Meski sudah berusia 36 tahun, Gli Azzurri–julukan Italia–tetap membutuhkan jasa Cannavaro di sektor pertahanan. (hanna farhana)
KABAR terhangat adalah tumbangnya bek Prancis William Gallas. Pemain berusia 32 tahun itu terkapar akibat cedera betis ketika membela Arsenal di leg pertama perempat final Liga Champions,Rabu (31/3). Lamanya waktu pemulihan yang tidak pasti membuat Nakhoda Prancis Raymond Domenech cemas.
”Saya sangat khawatir,” ungkapnya kepada L’Equipe. ”Cedera sepeti itu butuh waktu enam pekan untuk pulih dan masih membutuhkan waktu hingga dia bisa berlari atau mengolah bola.”lanjut Domenech. Dengan kata lain, besar kemungkinan Les Bleus–julukan Prancis–bakal terbang ke Afrika Selatan (Afsel) tanpa Gallas. Sebenarnya, meski Gallas absen, Prancis masih memiliki stok melimpah untuk mengisi posisi bek tengah. Sebut saja Sebastien Squillaci, Eric Abidal, Philippe Mexes, serta Mikael Silvestre. Hanya, seperti diungkapkan Domenech, kehadiran Gallas dibutuhkan karena kemampuannya menjadi pemimpin bagi rekan-rekannya. Kasus berbeda dialami striker uzur Meksiko Cuauhtemoc Blanco.
Punggawa berusia 37 tahun ini harus bersaing dengan bomber muda untuk mendapat tempat di skuad El Tri–julukan Meksiko. Nama Blanco memang disertakan Pelatih Javier Aguirre dalam empat laga uji coba sebelum bertempur di Piala Dunia.Karena itu, saat bersua Ekuador (4/5),Senegal (10/5), Angola (13/5), dan Cile (16/5), Blanco wajib mengerahkan performa terbaik sehingga ambisi untuk unjuk gigi di turnamen paling bergengsi di dunia itu bisa terwujud. Jika diajak Aguirre,Blanco berpotensi menjadi salah satu pemain paling tua di Piala Dunia, 11 Juni– 11 Juli mendatang. ”Berlaga di Piala Dunia adalah ambisi semua pemain.
Saya ingin kembali merasakannya,”ujar Blanco kepada Reuters. Serupa dengan yang dialami Blanco adalah Mauro Camoranesi (Italia, 33 tahun), Nicola Legrottaglie (Italia,32),Sander Boschker (Belanda, 39),Marcos Senna (Spanyol, 33), Patrick Mueller (Swiss, 33),Jon Dahl Tomasson (Denmark, 33), serta Javier Zanetti (Argentina, 36).
Nasib para pemain tersebut memang berbeda dengan Fabio Cannavaro (Italia). Meski sudah berusia 36 tahun, Gli Azzurri–julukan Italia–tetap membutuhkan jasa Cannavaro di sektor pertahanan. (hanna farhana)
Post a Comment