Densus 88 Tangkap Tukang Servis Komputer di Solo
Friday, May 14, 2010 by admin
Detasemen Khusus (Densus 88) Anti-Teror menangkap Heri Suranto, seorang pegawai tata usaha sebuah SMA swasta di Solo di sekolahan tempat dia bekerja. Selanjutnya dia dikeler ke rumah tinggalnya untuk mengambil dua unit komputer. Sehari-hari heri juga berprofesi sebagai tukang servis komputer.
Penangkapan dilakukan di SMA Islam Solo, Jumat (14/5/2010) sekitar pukul 14.30 WIB. Achmad, seorang staf TU lainnya di sekolahan tersebut, kepada wartawan membenarkan bahwa Hari ditangkap saat berada di sekolahan namun sudah dalam kondisi sepi karena para siswa telah pulang.
"Tadi diambil sejumlah orang. Saya tidak tahu akan dibawa kemana tapi yang jelas Pak Heri langsung dibawa pergi. Sebelumnya orang-orang yang menjemput tersebut telah meminta ijin kepada pimpinan sekolah yang saat kejadian kebetulan masih berada di kantor sekolah," ujar Achmad.
Rupanya setelah ditangkap, Heri dikeler ke rumahnya dui Kampung Mipitan RT 7 RW 12, Kalurahan Semanggi, Solo. Dengan pengawalan dua mobil berisi polisi lengkap dengan senjata, Heri yang telah ditutup mukanya dengan sebo langsung dibawa masuk ke rumah.
Anak-anaknya yang sedang bermain-main di lantai dua diminta polisi untuk tetap diam di tempat. Sedangkan istrinya, Khotimah, memilih lari bersembunyi di rumah tetangga. Tak lama setelah itu Heri dan sejumlah polisi yang ikut menggeledah rumah keluar membawa dua unit CPU. CPU tersebut segera dibawa pergi dan tidak diketahui dibawa kemana.
Penangkapan dilakukan di SMA Islam Solo, Jumat (14/5/2010) sekitar pukul 14.30 WIB. Achmad, seorang staf TU lainnya di sekolahan tersebut, kepada wartawan membenarkan bahwa Hari ditangkap saat berada di sekolahan namun sudah dalam kondisi sepi karena para siswa telah pulang.
"Tadi diambil sejumlah orang. Saya tidak tahu akan dibawa kemana tapi yang jelas Pak Heri langsung dibawa pergi. Sebelumnya orang-orang yang menjemput tersebut telah meminta ijin kepada pimpinan sekolah yang saat kejadian kebetulan masih berada di kantor sekolah," ujar Achmad.
Rupanya setelah ditangkap, Heri dikeler ke rumahnya dui Kampung Mipitan RT 7 RW 12, Kalurahan Semanggi, Solo. Dengan pengawalan dua mobil berisi polisi lengkap dengan senjata, Heri yang telah ditutup mukanya dengan sebo langsung dibawa masuk ke rumah.
Anak-anaknya yang sedang bermain-main di lantai dua diminta polisi untuk tetap diam di tempat. Sedangkan istrinya, Khotimah, memilih lari bersembunyi di rumah tetangga. Tak lama setelah itu Heri dan sejumlah polisi yang ikut menggeledah rumah keluar membawa dua unit CPU. CPU tersebut segera dibawa pergi dan tidak diketahui dibawa kemana.
Post a Comment